Tuesday, September 1

 

(sumber gambar: dokumentasi pribadi indahladya.com)

Setelah beberapa kali membahas topik yang berat-berat, seperti isu lingkungan, ekonomi, dan pertama kalinya ngebahas islamic content kemarin. Tapi konten islaminya bukan konten yang SARA gitu-gitu ya, emang tema nya tentang urgency untuk pergi haji di usia muda, ya kali kan kalo gak ada sudut pandang islami nya jadi gimana dong, hehe.

Banyak dari kalian bertanya-tanya, kenapa sih saya nulis tema yang sama tuh deket-deketan waktunya? Seperti ketika saya membahas isu lingkungan kemarin, saya bahkan men-submit 3 artikel di 3 hari berturut-turut dengan tema yang sama, namun dengan isu yang berbeda; karhutla, adopsi hutan, dan kepunahan satwa.

Begitu juga dengan tema finance, yaitu stabilitas sistem keuangan, jenis-jenis produk keuangan, manajemen risiko dari tiap jenis produk keuangan tersebut, dan artikel terbaru kali ini membahas mengenai darurat literasi ekonomi untuk millenials.

Jawabannya singkat saja, karena relate. Sebelum saya menuliskan suatu isu, biasanya saya menghabiskan waktu sekitar 2 hari untuk membaca beberapa jurnal yang berhubungan dengan isu tersebut, agar tidak salah dalam menginformasikan isu ini ke pembaca setia indahladya.com.

Meskipun bukan menjadi seseorang yang ahli dalam hal botani, lingkungan, keuangan, atau yaa apapun itu yang saya tuliskan di blog saya, saya berusaha untuk menggali informasi sebanyak mungkin sebelum menuliskannya ke dalam bentuk artikel.

Bayangkan, dalam waktu 2 hari itu, tidak mungkin hanya 1 jurnal saja bukan? Yap, saya menghabiskan waktu untuk membaca paling sedikit 2 jurnal untuk hal ini. Dari jurnal-jurnal inilah biasanya saya menemukan ide yang cocok dengan gaya kepenulisan saya.

Setelah selesai menulis artikel yang pertama, which is saya dapatkan dari ide yang pertama kali muncul, biasanya akan timbul suatu rasa ketidakpuasan akan hasil yang dibuat.

Karena menurut saya, dari begitu banyak informasi yang saya gali, mengapa saya hanya mampu menuliskan sebagian kecilnya saja. Meskipun memang untuk membuat suatu artikel, kita tidak bisa menuliskan suatu hal yang terlalu luas sehingga akan membuat pembaca sulit untuk memahaminya.

Atas dasar hal itu, maka saya memutuskan untuk menulis artikel yang kedua, yang ide kepenulisannya saya dapatkan selama proses kepenulisan artikel yang pertama. Itulah mengapa terkadang dengan sifat tidak puas diri ini, saya cenderung ingin menyampaikan banyak sekali informasi mengenai tema yang sama namun terbagi-bagi menjadi beberapa artikel.

Nah, untuk kalian yang mungkin masih kesulitan dalam mencari ide/tema yang menarik untuk membuat suatu artikel, beberapa tips di bawah ini bisa dicoba loh!

Membaca untuk Menulis

Membaca untuk Menulis (sumber gambar: dokumentasi pribadi indahladya.com)

Based on my experience, ide menulis itu terkadang akan hadir setelah kita membaca. Membaca apa saja, bisa dalam bentuk artikel, jurnal, atau bahkan novel yang notabenenya termasuk cerita fiksi pun bisa menjadi sumber ide untuk menulis suatu karya baru.

Flashback

Flashback (sumber gambar: dokumentasi pribadi indahladya.com)

Sebagian orang merasa akan lebih mudah untuk menuliskan sesuatu yang sesuai dengan pengalaman pribadinya, saya contohnya. Flashback gak harus tentang cinta, bisa flashback liburan bareng keluarga, flashback lupa bawa dompet waktu ke mall, atau yaa pengalaman-pengalaman unik lainnya yang bisa kamu kemas semenarik mungkin untuk menjadi suatu ide kepenulisan yang baru. Inget ya, menulis itu gak harus mengangkat tema serius melulu!

Menonton

Menonton (sumber gambar: dokumentasi pribadi indahladya.com)

Nah, kenapa saya hanya tulis “menonton”, bukan “menonton TV”? Ya karena sekarang sudah banyak sekali opsi yang tersedia bagi kita yang suka nonton. Saya bahkan tidak ingat kapan terakhir kalinya saya menonton TV, saya rasa menonton via youtube terkesan lebih simple dan lebih luas dalam mencari jenis tontonan yang mau ditonton.

Terlebih lagi dengan kehadiran beberapa aplikasi nonton film, seperti netflix, iflix, hooq, dan masih banyak lagi. Bisa sekalian update di instagram kan, netflix and chill.

Saya pernah menonton suatu film yang menarik, judulnya “searching”, lalu setelah selesai menonton film tersebut, saya jadi tertarik mengangkat tema parenting yang menjadi salah satu pokok permasalahan di film tersebut. Artikelnya bisa kamu baca disini.

Berarti, menonton tidak hanya tentang wasting time loh, tapi juga bisa menambah ide untuk menuliskan suatu tema menarik yang menjadi pokok permasalahan di film tersebut.

Blog Walking

Blog Walking (sumber gambar: dokumentasi pribadi indahladya.com)

Nah, ini kembali lagi ke poin pertama sih, membaca. Untuk kalian yang serius ingin memulai menjadi blogger, kalian bisa ikut beberapa komunitas blogger. Biasanya dengan ikut komunitas ini kamu akan mendapatkan relasi dari sesama blogger sehingga bisa saling bertukar alamat website untuk saling mengunjungi blog masing-masing.

Banyak sekali hal yang bisa saya dapatkan setelah melakukan blog walking, mulai dari memperbaiki gaya kepenulisan, membuat judul artikel yang menarik, dan juga kita bisa saling memberikan feedback mengenai isi artikel yang telah rekan sesama komunitas kita buat.

Memulai

Memulai (sumber gambar: dokumentasi pribadi indahladya.com)

Ini saran terakhir dari saya sih, sebenarnya kunci dari menulis itu adalah memulai. Karena kalo mikir terus tapi gak mulai-mulai ya gimana yaa? hehe.

Ide kepenulisan artikel kedua saya lahir dari proses kepenulisan artikel yang pertama, lalu ide kepenulisan artikel ketiga saya lahir dari proses kepenulisan artikel yang kedua, dan begitu seterusnya.

Terlepas dari bagus atau tidaknya tulisan yang nantinya kamu buat, ingatlah bahwa kamu sudah memberanikan diri untuk mewujudkan niat baikmu dengan cara memulai untuk menulis.

Jadi, tunggu apa lagi?

Yuk, langsung ditulis idenya!

 

IndahLadya

Everything About Ladya . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates