Thursday, September 10

Komunitas One Day One Post (sumber gambar: dokumentasi pribadi indahladya.com)

Belum lama ini saya mulai tergabung dalam suatu komunitas yang bernama komunitas One Day One Post (ODOP). Salah satu tujuan saya untuk bergabung di komunitas ini adalah untuk mengasah minat dan bakat saya di bidang literasi.

Tidak mudah memang, sebuah komunitas yang memperkenalkan sistem One Day One Post, dimana kamu perlu memposting 1 tulisan/hari selama beberapa pekan ke depan.

Jujur, saya memang sangat suka menulis, menulis apa saja, menulis curhat apalagi, hahah. Namun, belakangan ini saya mulai bikin perjanjian sama diri sendiri kalo curhat di blog ya jangan gamblang banget lah, udah cukup kemarin waktu SMP, dimana isi blog saya penuh dengan topik random yang mostly curhatan semua.

Saya mulai menggunakan blog ini sebagai media untuk berkomunikasi dengan visitor saya. Dari hal yang sederhana, membagikan sedikit informasi yang mungkin kita sama-sama baru tahu, karena terkadang menjadi penulis berarti menjadi pelajar. Begitu banyak hal yang baru saya ketahui semenjak saya menjadi penulis.

Contohnya ketika saya mencoba menulis dengan materi keuangan kemarin, wah effort-nya lumayan loh. Saya yang saat ini cenderung buta literasi-ekonomi harus terjun langsung dan menelan semua istilah “fiskal”, “investasi”, “saham”, dan masih banyak lagi.

Pada akhirnya, menjadi blogger ini membuat saya bisa membuka wawasan yang mungkin selamanya cuma “itu-itu aja”.

Ditambah dengan punya banyak rekan sesama komunitas yang saling memotivasi serta saling blog-walking dan meninggalkan jejak.

Tantangan dan Strategi

Setahu saya, ada begitu banyak program-program terbaik yang nantinya akan saya rasakan ketika nanti lolos hingga ke tahap akhir perekrutan member ODOP ini. Dan tentu saja, saya sangat antusias akan hal itu.

Namun, bukan tanpa tantangan. Dengan masuk ke dalam suatu komunitas, maka berarti kamu berani berjanji pada dirimu sendiri untuk menghadapi setiap peraturan dan tantangan yang ada.

Meski tahun ini adalah tahun yang sangat berat bagi saya, dengan segala hiruk pikuk dunia perkuliahan dan tugas akhir di tengah pandemi yang pada akhirnya selesai saya jalani. Yap, pada akhirnya semua akan selesai. Tinggal kita yang menentukan bagaimana prosesnya.

Begitu pula dengan menjadi member di komunitas ini, dengan kesungguhan tekad dan disiplin yang tinggi, maka saya yakin bahwa memang pada akhirnya semua akan “selesai” dan kembali memulai hari baru sebagai member resmi di komunitas ODOP ini tentunya, hahah.

Oleh karena itu, beberapa strategi di bawah ini akan saya terapkan demi mewujudkan “proses menuju selesai” itu, yuk disimak!

Make Notes

Make Notes (sumber gambar: dokumentasi pribadi indahladya.com)

Mengawali hari dengan mencatat apa yang seharusnya dilakukan sepertinya sangat berdampak baik bagi saya pribadi. Karena terkadang, saking banyaknya ekspektasi kegiatan di hari itu hingga akhirnya saya jadi gak ngapa-ngapain karena bingung mana yang harus dikerjakan duluan.

Dengan menuangkan ide dan ekspektasi tersebut ke dalam sebuah catatan, maka saya dapat memilah mana kegiatan yang menjadi prioritas saya, dan mana yang sebaiknya diletakkan di akhir hari.

Cut The Distraction

Cut The Distraction (sumber gambar: dokumentasi pribadi indahladya.com)

Percayalah bahwa distraction ini berpotensi besar dalam menggagalkan ekspektasimu di hari itu. Pernahkah kalian lagi “kerja” terus tiba-tiba dapet notif di smartphone lalu buru-buru buka karena takut penting, eh ternyata malah berujung berselancar di dunia maya? Ya, saya juga kok, hahah.

Oleh karena itu, saya mengatur strategi dengan cara mengatur waktu dan memposisikan diri agar terhindar dari “bahaya” distraksi ini. Again, working smart is better than working too hard. Untuk baca artikel mengenai hal ini lebih lanjut, kamu bisa klik disini.

Dengan memposisikan diri agar terhindar dari distraksi ni, maka kamu akan bekerja dalam waktu yang lebih singkat dan dapat menikmati sisa waktumu untuk beristirahat kemudian, efisien bukan?

Disiplin

Disiplin (sumber gambar: dokumentasi pribadi indahladya.com)

Displin itu kunci dari segalanya loh. Misal nih, udah bikin notes, udah ngejauh dari hp, tapi eh malah gak disiplin, gimana ceritanya tuh?

Jujur, saya sangat termotivasi dengan beberapa kisah orang sukses dengan riwayat disiplin yang luar biasa.

Sebagaimana dikutip dari Peter Vidmar, untuk menjadi juara dia hanya harus melakukan dua hal, yaitu berlatih ketika ingin berlatih dan berlatih ketika tidak ingin berlatih.

Terdengar seperti paksaan? Oh, tentu tidak, guys. Disiplin adalah latihan untuk menghasilkan pola perilaku yang diinginkan, kebiasaan yang diharapkan, dan sikap yang membawa pada kesuksesan kehidupan. Karena musuh terbesar kita sebenarnya adalah diri kita sendiri, seperti ego dan rasa malas yang kita miliki. Lantas, jika kita tidak memulainya dengan sebuah “paksaan” untuk menjadi pribadi yang lebih baik, maka dengan cara yang bagaimana kita harus memulainya?

Sesungguhnya tulisan ini saya buat sebagai reminder saya ke depannya ketika mungkin saja saya terlena dan mulai berusaha cheating dari kedisiplinan saya saat ini. Besar harapan saya untuk dapat berkembang dan tumbuh bersama di komunitas One Day One Post ini yang membuat saya selalu merasa dikelilingi orang-orang baik, yang tentunya saling memotivasi. Karena, meskipun menulis adalah pekerjaan yang individual, tapi seorang writer juga butuh teman guys.

Jadi, yuk mulai disiplin!

 

With Love,

IndahLadya

 

Referensi:

Haryanto Kandani, Disiplin Diri adalah Kunci Sukses, http://motivatorindonesia.com/artikel-motivasi/disiplin-diri-adalah-kunci-sukses-haryanto-kandani.html\


#OneDayOnePost

#ODOP

#ODOPChallenge1

7 comments:

  1. Keren kak. Baiklah saya juga harus bisa seperti ini tulisannya

    ReplyDelete
    Replies
    1. terimakasih sudah berkunjung kak, semangat nulisnya ya! :)

      Delete
  2. Keren kak. Baiklah saya juga harus bisa seperti ini tulisannya

    ReplyDelete
  3. keren sekali kak tulisannya semoga kita bisa lulus semua Aamiin

    ReplyDelete
    Replies
    1. terimakasih kak, aamiin, semangat nulisnya ya! :)

      Delete
  4. Karena, meskipun menulis adalah pekerjaan yang individual, tapi seorang writer juga butuh teman~
    (Kalimat penutup yang epic)...

    Semangat terus kak!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasi ya kakk, semangat juga nulisnya kak! :)

      Delete

Everything About Ladya . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates