Monday, April 12

Cara Mengajarkan Anak Membereskan Kamar
Cara Mengajarkan Anak Membereskan Kamar (indahladya.com)

Sebagai orang tua, pastinya pernah merasa kewalahan ketika akan mengajarkan anak membereskan kamar bersama-sama. Apalagi jika anak sedang berada di masa-masa aktifnya.

Tidak sedikit anak yang bandel ketika orang tua mereka memintanya untuk membereskan kamarnya sendiri. Hmm, kira-kira ini yang salah orang tuanya atau anaknya ya? Yuk, simak dulu penjelasannya berikut ini!

Mengenalkan Tanggung Jawab Pada Anak

Mengenalkan Tanggung Jawab
Mengenalkan Tanggung Jawab pada Anak (indahladya.com)

Orang tua perlu mengenalkan rasa tanggung jawab pada anak sedini mungkin. Salah satu bentuk tanggung jawab yang dapat diajarkan yaitu tanggung jawab untuk membereskan kamar setelah mereka selesai bermain.

Meskipun hal ini terlihat mudah, tetapi proses mengajarkan anak membereskan kamar ini terkadang justru membuat banyak orang tua kewalahan karena sang anak cenderung tidak mau mendengarkan perintah mereka.

Anak Tidak Mudah Tertarik dengan Perintah Tanpa Alasan

Perintah Tanpa Alasan
Perintah Tanpa Alasan yang Jelas (indahladya.com)

Salah satu hal yang bisa menjadi penyebab anak tidak mau mendengarkan perintah orang tuanya untuk membereskan kamar, yaitu karena anak memang cenderung tidak mudah tertarik dengan perintah yang tidak disertai dengan alasan.

Sebagai contohnya, ketika orang tua melarang sang anak untuk mencoba memakan sambal, banyak orang tua yang hanya sekedar bilang “jangan dimakan ya sambalnya!”. Percaya atau tidak, anak cenderung tidak mendengarkan kalimat “jangan” di awal perkataan orang tuanya tersebut.

Lantas, mereka justru menjadi semakin tertarik dan penasaran untuk mencoba gimana sih rasanya memakan sambal. Nah, setelah mereka tahu bahwa sambal itu rasanya pedas, baru deh mereka paham “oh, jadi gak boleh dimakan karena terlalu pedas ya?”.

Berdasarkan kasus tersebut, hal ini menunjukkan bahwa anak cenderung lebih tertarik dengan perintah yang disertai dengan alasan yang jelas dari orang tuanya. Tidak menjadi salah sang anak sepenuhnya, karena memang naluri mereka sebagai anak kecil yang memiliki rasa ingin tahu yang begitu besar.

Kita sebagai orang tua hanya perlu memvalidasi rasa ingin tahu yang mereka miliki tersebut. Dengan memberikan alasan yang jelas, maka seharusnya anak menjadi lebih memahami mengapa orang tua mereka memberikan perintah atau larangan tertentu kepada mereka. Nah untuk contohnya, bisa langsung diterapkan ketika akan mengajarkan anak membereskan kamar ini loh!

Cara Mengajarkan Anak Membereskan Kamar

Jika diurutkan dari hal yang paling tidak menyenangkan bagi sang anak, maka mungkin membereskan kamar ada di urutan kedua setelah kegiatan yang paling tidak menyenangkan pertama, yaitu mandi. Betul begitu, Moms?

Oleh karena itu, kita perlu mengakali ketidaktertarikan anak untuk kegiatan ini agar terlihat menjadi suatu hal yang lebih menyenangkan. Berikut ini cara yang bisa kamu terapkan untuk membuat suasana membereskan kamar anak agar tidak menjadi beban bagi mereka.

1. Mulailah Dengan Memberikan Contoh yang Baik

Memberi Contoh yang Baik
Memberikan Contoh yang Baik (indahladya.com)

\Sebagaimana yang telah kita ketahui, mungkin anak memang bukan pendengar yang baik, tapi mereka adalah peniru yang ulung. Kamu tentu pernah mendengar kutipan tersebut, bukan?

Pada kenyataannya, anak cenderung ingin menirukan apa yang orang tua mereka lakukan. Pernah liat anak yang ikut mempraktekkan gerakan sholat ketika kedua orang tua mereka sedang sholat? Atau pernah liat anak yang ikut mempraktekkan kata-kata yang sering orang tua mereka ucapkan?

Yap, hal tersebut terjadi karena anak lebih tertarik untuk mencontoh apa yang menjadi kebiasaan dari kedua orang tua mereka. Oleh karena itu, kamu perlu menjadi contoh yang baik untuk mereka.

Kamu bisa mengajak mereka untuk membereskan kamarnya bersama-sama. Dibandingkan menggunakan kalimat “beresin ya kamarnya!”, mendingan kamu ganti deh jadi kalimat “temenin mama beresin kamar yuk!”.

Dengan kalimat ajakan yang disertai dengan contoh yang baik dari kamu sebagai orang tua, maka anak akan menjadi lebih tertarik untuk meniru apa yang sudah kamu contohkan.

2. Memberikan Alasan Ketika Mengajarkan Anak Membereskan Kamar

Alasan yang Masuk Akal
Memberikan Alasan yang Masuk Akal (indahladya.com)

Sebagaimana yang telah dijelaskan sebelumnya, anak cenderung tidak tertarik dengan perintah yang tidak disertai dengan alasan yang jelas. Oleh karena itu, kamu bisa memberikan alasan dari perintah atau larangan yang kamu tujukan untuk mereka.

Jelaskan pada anak bahwa setelah selesai bermain sebaiknya mainan dirapikan kembali ke tempatnya. Nah, dengan membereskan kamar setelah mereka selesai bermain, maka mereka akan menjadi lebih nyaman untuk beristirahat nanti.

Atau kamu bisa mengulangi kalimat tanya yang berbentuk sugesti kepada anak, seperti “mengapa mainan harus dirapikan?”. Apabila ia sudah mengetahui sebuah alasan yang kerap kamu ulang di setiap harinya maka nantinya ia akan memahami hal tersebut dengan sendirinya. Ala bisa karena biasa kan?

Alasan lain yang bisa gunakan ketika mengajarkan anak membereskan kamar yaitu menjelaskan bahwa hal tersebut dilakukan sebagai bentuk syukur atas mainan yang mereka dapatkan, karena membereskan mainan berarti merawat dan menjaga mainan tersebut agar tidak mudah rusak.

Seiring dengan pertambahan usia, kamu juga bisa menjelaskan bahwa hal tersebut merupakan salah satu bentuk tanggung jawab yang harus mereka lakukan.

3. Mengapresiasi Hasil

Mengapresiasi Hasil
Mengapresiasi Hasil (indahladya.com)

Hal terpenting yang harus kamu ingat adalah, memberikan apresiasi pada anak merupakan hal yang tidak boleh diabaikan. Anak yang merasa dirinya diterima oleh kedua orang tuanya akan cenderung lebih percaya diri dan memiliki rasa sosial yang tinggi.

Jadi, dengan mengapresiasi mereka setelah selesai membereskan kamarnya merupakan salah satu hal baik yang akan berpengaruh pada kepribadian mereka kelak.

4. Jangan Buru-Buru Mengoreksi

Jangan Buru-Buru Mengoreksi
Jangan Buru-Buru Mengoreksi (indahladya.com)

Sebagai orang tua, terkadang ngerasa geregetan nih karena cara anak yang membereskan kamarnya terlalu lama atau justru tidak serapi dari ekspektasimu. Tapi, jangan buru-buru untuk mengoreksi hasil karya mereka ya! Kamu perlu ingat bahwa cara si kecil membereskan kamarnya tidak mungkin se-expert cara kita sebagai orang tua loh.

Hal yang perlu lebih diperhatikan saat ini yaitu prosesnya, bukan hasilnya. Kamu perlu mengapresiasi kemauan dan usaha anak untuk membereskan kamar mereka. Jangan sampai karena mereka merasa dirinya tidak diapresiasi, sang anak justru jadi merasa bahwa kegiatan membereskan kamar ini betul-betul kegiatan yang membosankan dan tidak menyenangkan. Lantas usahamu untuk mengajarkan anak membereskan kamar bisa menjadi sia-sia kan ya?

5. Siapkan Satu Tempat Khusus

Siapkan Satu Tempat Khusus
Siapkan Satu Tempat Khusus (indahladya.com)

Cara terakhir yang bisa kamu coba yaitu dengan menyiapkan satu tempat khusus untuk menyimpan mainan anak. Jika kamu memang memiliki keterbatasan tempat untuk menyediakan satu kamar khusus untuk mereka bermain dan satu kamar lainnya untuk mereka beristirahat, maka cara ini bisa banget untuk kamu coba.

Kamu cukup menyiapkan satu box khusus yang bisa dijadikan tempat untuk menyimpan mainan anak. Jelaskan pada anak bahwa box tersebut akan menjadi wadah dari mainan-mainan yang mereka miliki. Dengan demikian, kamu tidak perlu repot harus mengkomando anak di mana setiap barang dan mainan mereka harus disusun kembali.

Nah, itu dia cara mengajarkan anak membereskan kamar yang bisa membantumu agar kegiatan tersebut tidak terlihat membosankan ya! Kalau kamu punya cara dan tips lainnya, yuk sharing di kolom komentar!


Baca Juga :

7 Cara Mendisiplinkan Anak, Sudah Coba Cara Ini Belum?
Menjaga Kesehatan Mental Anak Selama Pandemi
Faber Castell Creative Art Series, Cara Cerdas Tingkatkan Kreativitas Anak

2 comments:

  1. Perlu dicoba nih....tq, kak infonya

    ReplyDelete
  2. poin nomor dua anak saya banget mbak indah. Mereka harus dijelaskan dengan detail alasan kenapa harus melakukan sesuatu, jika tidak dimengerti, mereka belum mau mengerjakannya

    ReplyDelete

Everything About Ladya . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates