Sunday, November 15

Tuan, Tersenyumlah (sumber: dokumentasi pribadi indahladya.com)


Gemuruh kembali hadir

Mengintip hiruk pikuk dunia masa kini

Awan kelabu dibuatnya

Cahaya singgasana seolah meredup setelahnya

 

Ketika hujan tak lagi istimewa

Ketika tangis tak lagi memilukan

Ketika isak tak lagi bersuara

 

Meski dentuman menyayat telinga

Secercah harapan masih tergenggam

Menyisakan pilu dan sepenggal pengharapan

 

Kumohon

Tolong

Tuan, tersenyumlah

Tuan pemilik hati dengan segala dendam di dalamnya

2 comments:

  1. Tuan,itu si ratu pen tuan tersenyum wkwkw

    ReplyDelete
  2. ah Tuan, tak luluhkah dirimu dengan puisi dari hati ini? :)

    ReplyDelete

Everything About Ladya . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates