Saturday, November 21

Empat Puluh Hari (sumber: dokumentasi pribadi indahladya.com)


Sungguh tidak adil

Berulang kali aku meneriakkan namamu

Berulang kali aku katakan, jangan pergi

Aku tidak bisa sendirian di sini

 

Sepuluh hari menangis pilu

Tak membuat tangan halusku kembali menghapus air mata ini

Di mana dirimu yang katanya tak mau tinggalkan aku?

Di mana dirimu yang katanya akan selalu bersama aku?

 

Dua puluh hari menangis pilu

Sungguh, aku masih tak percaya

Haruskah aku terus memintamu?

Haruskah aku terus berharap pada suatu ketidakmungkinan ini?

 

Tiga puluh hari menangis pilu

Kau masih antara ada dan tiada

Biarlah, tetaplah disitu

Aku tetap tak mau menelan kenyataan pahit ini

Kau tahu, kau meninggalkan aku

Bersama ego yang tak pernah bisa aku hadapi seorang diri

 

Empat puluh hari menangis pilu

Terima kasih sudah menemani hingga tiga puluh sembilan hari belakangan

Sekarang saatnya kau kembali

Semoga tenang di sana, kekasih

4 comments:

  1. Is this serious? coz I'm Shocking to read the last part

    ReplyDelete
    Replies
    1. It was, pak. Sebenarnya sangat sudah lama ceritanya, baru kepikiran buat nulis tentang ini ajaa, hehe

      Delete
  2. Astaga nyesek banget pas baca bagian akhirnya. Ternyata... 😭😭

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya pun yang nulisnya ikutan nyesek mbak :')

      Delete

Everything About Ladya . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates