Friday, November 27

Meminta Takdir (sumber: dokumentasi pribadi indahladya.com)


Di kala semua bilang “tidak”

Maka kamu membungkam mereka dengan satu “iya”

Sederhana, tapi membekas

Tak teringat jelas mengapa

Namun, memang cuma saat itu saja

 

Setelahnya, semua sepi

Setelahnya, semua kembali pada asalnya

Setelahnya, aku sendiri lagi

 

Akan sampai kapan aku bertahan?

Akan sampai kapan aku bertahan?

Ah entahlah!

 

Oh Tuhan, tolonglah

Hadiahkan satu takdir itu untukku

Dan jangan segan menjadikan ia bagian dari takdir itu

1 comments:

  1. ini harus di bukukan nih kalau puisinya udah banyak kak indah, kueren sangat

    ReplyDelete

Everything About Ladya . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates