Sunday, November 22

Menjaga Kesehatan Mata Saat Daring (sumber: dokumentasi pribadi indahladya.com)

Siapa sih yang gak mau punya mata sehat bebas dari minus? Tapi rasanya keinginan ini terkadang jadi sebatas keinginan semata, karena gak ada langkah konkret yang membersamai keinginan tersebut.

Tanpa kita sadari, aktivitas saat ini yang memaksa kita untuk menatap layar laptop lebih lama ternyata membuat mata kita jadi gampang lelah, alhasil jadi bisa menimbulkan suatu keadaan yang disebut miopi atau rabun jauh.

Kacamata Pertamaku

Kacamata Pertamaku (sumber: dokumentasi pribadi indahladya.com)

Mataku pertama kali terdeteksi menderita miopi saat aku kelas 3 SMP dulu. Aku ingat betul, saat itu kelasku sedang belajar materi perpangkatan dalam matematika. Sayangnya, aku merasa kesulitan ketika harus melihat angka perpangkatan yang menurutku terlihat sangat kecil di papan tulis tersebut.

Benar saja, ketika aku memeriksakan mataku ke dokter, ternyata aku sudah punya minus 0,25 pada mata kiriku, dan minus 0,5 pada mata kananku. Alhasil, aku jadi punya kacamata pertamaku kala itu.

Jujur saja aku bingung sama orang yang pengin banget pakai kacamata atas dasar “supaya keren”, apa kalian tahu bahwa punya mata minus itu gak enak? Walaupun minusku masih sangat kecil saat itu, tapi aku ngerasa gak nyaman ketika harus pakai kacamata terus-terusan. Jadi, aku hanya menggunakan kacamata tersebut ketika dibutuhkan saja, ketika belajar di kelas misalnya.

Bukan Hanya Karena Smartphone

Bukan Hanya Karena Smartphone (sumber: dokumentasi pribadi indahladya.com)

Aku cukup merasa terganggu berkat minus yang ada di mata kanan dan kiriku tersebut. Hal ini tentunya membuat aku bertanya-tanya pada diri sendiri. Sebenarnya apa sih yang membuat mataku minus? Karena jujur saja aku baru punya handphone sendiri ketika berada di kelas 1 SMP, itu pun cuma handphone yang sekedar handphone, jarang banget digunain kecuali untuk SMS ke sesama teman kelas lainnya.

Dulu masih jamannya telepon rumah, jadi semua tugas dan materi kelas biasanya kami obrolin di telepon rumah, bukan di handphone. Jujur, hal ini jadi bikin aku tambah bingung, sebenarnya apa yang bisa membuat mataku minus.

Namun, setelah aku telusuri lebih lanjut, ternyata ada banyak faktor yang bisa menyebabkan rabun jauh ini sendiri. Rabun jauh bisa terjadi karena faktor genetik dan faktor makanan. Jadi, kalau orang tua dulu suka maksa kita makan sayur supaya matanya sehat, ya nggak salah loh, bukan cuma “omong doang”.

Bukan hanya karena vitamin A, antioksidan alami yang dimiliki oleh beberapa jenis sayuran juga bisa melindungi mataku dari kerusakan retina dan lensa mata loh. Nah loh, pada nyesel nggak nih kalau dulu sayuran di piringnya suka dipinggirin karena gak selera?

Minus yang Sempat Berkurang

Minus yang Sempat Berkurang (sumber: dokumentasi pribadi indahladya.com)

Aku cukup senang ketika minus di mataku berkurang ketika aku memeriksakan mataku setelah sekian lama tidak ganti kacamata. Ketika dulu minus mata kanan dan kiriku sama-sama bertambah ke minus 0,75, maka ketika diperiksa beberapa bulan yang lalu ternyata minus mata kiriku berkurang menjadi minus 0,5. Entah mengapa, tapi dari dulu memang mata kiriku selalu memiliki minus yang lebih kecil

Namun, ternyata kebahagiaan itu gak berlangsung lama. Ketika pandemi menyerang dan semua dilakukan secara online, alhasil aku merasa minus mataku bertambah, meski belum aku pastikan hingga saat ini karena terlalu parno untuk keluar dari rumah, hehe.

Bagaimana dengan Daring Saat Ini?

Bagaimana dengan Daring Saat Ini? (sumber: dokumentasi pribadi indahladya.com)

Setelah melakukan ujian online beberapa kali, akhirnya aku mendapati bahwa makin kesini mataku semakin gampang lelah. Aku gak bisa memandang layar laptop terlalu lama, kalau tidak, aku akan pusing.

Hal ini tentunya berpengaruh terhadap performaku ketika melakukan ujian yang hampir semuanya dilakukan secara online saat ini. Siasat utamaku sekarang ya kalau besok ujian, berarti hari ini aku gak boleh terlalu banyak menatap layar laptop ataupun smartphone, supaya gak mudah lelah di keesokan harinya. Kurang lebihnya berhasil, meski terkadang masih suka perih kalau ujiannya memakan waktu terlalu lama.

Hal ini jadi membuat aku kepikiran sama nasib anak-anak SD yang terpaksa harus menatap layar laptop lebih lama karena dampak pembelajaran jarak jauh via online ini. Aku yang dulu jarang menatap layar laptop pun bisa kena minus, lah apalagi adik-adik kecil ini toh?

Do’s and Don’ts Ketika Daring

Do's and Don'ts Ketika Daring (sumber: dokumentasi pribadi indahladya.com)

Sebagai salah satu bentuk kepedulianku terhadap kesehatan mata para siswa di era daring, maka beberapa Do’s and Don’ts berikut ini bisa kamu coba terapkan.

Do : Gunakan Kacamata Antiradiasi

Siasat utama yang harus kalian perhatikan adalah penggunaan kacamata antiradiasi. Aku pikir sudah mulai banyak orang tua di luar sana yang semakin aware terhadap kesehatan mata anak sehingga memutuskan untuk melengkapi anaknya dengan kacamata antiriadiasi agar matanya tidak mudah rusak.

Seperti yang sudah kita ketahui bahwa sinar biru dari smartphone dan laptop bisa menyebabkan kerusakan pada mata. That’s why penggunaan kacamata antiriadiasi ini bisa banget kamu coba kalau gak mau punya mata minus, hehe.

Don’t : Jangan Memandang Layar Laptop Lebih dari 1 Jam

Suatu kesalahan terbesarku selama pandemi ini yang semoga tidak terjadi pada kalian. Aku terlalu amibisius untuk menyelesaikan begitu banyak artikel dalam satu kali jalan, alhasil ya beginilah akhirnya. Aku melupakan suatu hal bahwa mata pun perlu istirahat.

So, sebelum terlambat, yuk biasakan untuk mengistirahatkan mata minimal selama 15 menit setelah bekerja 1 jam di depan layar laptop. Eits, sebelum kalian salah, mengistirahatkan mata dari layar laptop ini bukan berarti jadi main smartphone ya! Kalau istirahatnya diisi dengan main smartphone sih ya sama aja dong.

Do : Maksimalkan Cahaya Ruangan

Ketika harus bekerja dengan laptop ataupun smartphone, pastikan bahwa penerangan ruangan tempatmu bekerja sudah maksimal ya! Hindari memandang layar ketika berada dalam keadaan gelap, karena akan memperbesar kemungkinan kerusakan pada mata loh!

Don’t : Memandang Layar Laptop Terlalu Dekat

Ingat pesan orang tua dulu yang sering ngomel kalau anaknya nonton TV terlalu dekat? Yap, prinsipnya sama. Selama penggunaan laptop pun begitu. Idealnya, jarak normal antara layar dengan mata adalah 50-100 cm. Jangan kurang dari batasan itu ya!

Do : Konsumsi Sayur yang Tinggi Vitamin A

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, vitamin A sangat baik untuk kesehatan mata. That’s why jangan sampai lupa untuk memasukkan sayur ke dalam porsi makananmu ya!

Do : Rutin Periksa Mata

Last but not least, periksakan matamu secara rutin ke dokter. Tentunya dokter akan lebih mengetahui tindakan dan terapi yang tepat untuk mengatasi permasalahan yang terjadi pada matamu saat ini.

Nah, itu dia beberapa Do’s and Don’ts yang bisa kamu terapkan untuk menjaga kesehatan matamu di era daring saat ini. Teruntuk kamu yang masih mempunyai mata yang sehat, jangan lupa bersyukur yah, masih banyak orang di luar sana yang mengharapkan kesehatan mata seperti yang dirimu dapatkan hingga saat ini.

Kamu punya tips lainnya? Yuk, sampaikan di kolom komentar!

 

IndahLadya

2 comments:

  1. Bermanfaat banget tipsnya, Mbakkk. Aku juga udah dari sd, mataku minus 3. Sekarang kurang tau, udah nambah atau nggak ^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Diperiksa lagi aja mbak, jangan lupa pola hidup sehatnya juga, karena kalo bisa teh jangan sampe nambah lagi kan ya :')

      Delete

Everything About Ladya . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates