Thursday, October 29

Mengenal Copy Resep (sumber: dokumentasi pribadi indahladya.com)

Copy resep ini merupakan salah satu istilah yang sering kita dengar ketika akan menebus obat di suatu apotek. Namun, beberapa dari kita mungkin belum tahu bagaimana aturan dalam penggunaan copy resep ini sendiri. Padahal, kita perlu mengetahui kapan copy resep ini dapat digunakan dan apa tujuan dari pemberiannya.

Apa itu Resep?

Apa Itu Resep? (sumber: dokumentasi pribadi indahladya.com)

Sebelum melangkah lebih jauh mengenai istilah copy resep, sebaiknya kita mengetahui terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan resep ini sendiri. Resep adalah sebuah permintaan tertulis dari seorang dokter, dokter gigi, atau dokter hewan yang diberi izin berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku kepada apoteker pengelola apotek untuk menyediakan dan menyerahkan obat-obatan bagi penderita (DepKes RI, 2004).

Sebagaimana ketika kita berobat ke rumah sakit, maka kita akan diberikan suatu daftar obat-obatan yang perlu kita tebus ke bagian apotek dari rumah sakit tersebut, nah inilah yang biasa disebut dengan resep.

Di dalam suatu resep, terdapat beberapa bagian penting yang harus tercantum, seperti :

  • Nama, alamat dan nomor izin praktek dokter, dokter gigi atau dokter hewan
  • Tanggal penulisan resep, nama setiap obat atau komposisi obat
  • Tanda R/ pada bagian kiri setiap penulisan resep
  • Tanda tangan atau paraf dokter penulis resep sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
  • Nama pasien, jenis hewan, umur, serta alamat/pemilik hewan
  • Tanda seru dan paraf dokter untuk resep yang mengandung obat yang jumlahnya melebihi dosis maksimal (DepKes RI, 2004).

Copy Resep

Copy Resep (sumber: dokumentasi pribadi indahladya.com)

Berbeda dengan resep, jika resep ditulis oleh seorang dokter, maka copy resep ini ditulis oleh seorang apoteker. Copy resep atau yang biasa dikenal dengan apograph, exemplum, ataupun afschrift, adalah sebuah salinan yang dibuat oleh apoteker di suatu apotek.

Copy resep ini memiliki struktur bagian yang berbeda dengan resep. Adapun bagian-bagian tersebut terdiri dari:

  • Nama dan alamat apotek
  • Nama dan nomor izin apoteker pengelola apotek.
  • Tanda tangan atau paraf apoteker pengelola apotek
  • Tanda det (detur) untuk obat yang sudah diserahkan dan tanda nedet (nedetur) untuk obat yang belum diserahkan, pada resep dengan tanda ITER …X diberi tanda detur orig / detur …..X
  • Nomor resep dan tanggal pembuatan (DepKes RI, 2004).

Copy resep dibuat untuk mempermudah pasien agar dapat membeli obat yang sebelumnya sudah pernah ia tebus di apotek tanpa bertemu dengan dokter terlebih dahulu. Biasanya copy resep ini ditujukan untuk pasien-pasien yang mengalami penyakit kronis seperti stroke, hipertensi, diabetes, dan penyakit-penyakit kronis lainnya.

Pengulangan Resep (Iter)

Pengulangan Resep (sumber: dokumentasi pribadi indahladya.com)

Pada suatu resep, biasanya dokter mencantumkan istilah “iter” pada bagian kiri atas resep. Iter di sini berarti resep tersebut dapat diulang sehingga apoteker boleh membuat salinan resep (copy resep) dari resep asli tersebut.

Apabila perintah yang tercantum di resep tersebut berupa “iter 2x”, maka resep tersebut boleh ditebus oleh pasien sebanyak 3 kali. Saat pengambilan yang pertama pasien menebus obat menggunakan resep asli dari dokter, pengambilan kedua menggunakan copy resep pertama (pengulangan yang ke-1 kali), dan pengambilan ketiga menggunakan copy resep kedua (pengulangan yang ke-2 kali).

Ketika pasien menebus resep obat yang terdapat perintah iter, maka apoteker wajib menuliskan “det orig” pada copy resep pertama, di mana hal ini menunjukkan bahwa obat sudah diserahkan berdasarkan resep aslinya.

Saat menebus resep kedua, apoteker akan memberikan tanda “det orig + iter 1x”, yang berarti obat sudah diserahkan sebanyak 1 kali resep asli dan 1 kali copy resep. Terakhir, saat menebus resep ketiga, apoteker akan memberikan tanda “detur” pada copy resep tersebut, yang berarti bahwa resep tersebut sudah ditebus semua berdasarkan pengulangan yang telah dicantumkan pada resep aslinya.

Nah, jadi gimana? Udah pada paham kan sama penggunaan copy resep ini? Satu hal yang perlu diingatkan kembali bahwa tidak semua resep boleh dilakukan pengulangan, seperti contohnya resep yang mengandung narkotika, karena dikhawatirkan dapat menyebabkan ketergantungan pada pasien.

Jadi, jangan lupa untuk berkonsultasi masalah copy resep ini dengan dokter dan apotekermu ya!

 

IndahLadya

 

Referensi:

Departemen Kesehatan RI, 2004, Ilmu Resep Teori Jilid 1, Jakarta, Indonesia.


Baca juga:

Kenapa Obat Paten Lebih Mahal? 
Antibiotik vs Virus
Perbedaan Antiseptik dan Disinfektan yang Perlu Kamu Ketahui

Everything About Ladya . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates