Wednesday, January 20

So, Who Pays The Bill?
So,Who Pays The Bill? (indahladya.com)

Permasalahan mengenai split bill nampaknya masih menjadi hal yang mengundang pro dan kontra dalam suatu hubungan. Terlebih lagi hadirnya tren “menguji pasangan” di hari kencan pertama mereka justru membuat wanita menjadi jengkel karenanya.

Entah sejak kapan stigma “laki-laki harus membayar semuanya” tengah melekat di masyarakat hingga saat ini. Namun, menurut pandangan saya, sepertinya budaya ini seharusnya sudah lama ditinggalkan oleh banyak orang, terutama dengan hadirnya penyetaraan gender yang tengah digalakkan oleh kaum wanita.

Split Bill Sebagai Bukti Penyetaraan Gender

Split Bill Sebagai Bukti Penyetaraan Gender
Split Bill Sebagai Bukti Penyetaraan Gender (indahladya.com)

Dewasa ini, wanita perlahan mulai dianggap setara kedudukannya dengan laki-laki. Perihal siapa yang boleh bekerja dalam suatu rumah tangga, siapa yang harus mengatur keuangan, bahkan siapa yang harus bertanggung jawab dalam menyelesaikan tugas rumah seperti memasak.

Hal-hal yang saya sebutkan di atas tadi sudah tidak terpaku lagi dengan salah satu gender saja, melainkan sudah menjadi tugas bersama, baik bagi suami maupun istri. Seiring dengan penyetaraan gender tersebut, maka seharusnya split bill bukan lagi menjadi hal yang aneh apalagi kalau sampai menghadirkan ungkapan “ih laki-lakinya gak modal!”

First Impression yang Buruk, Benarkah?

First Impression yang Buruk, Benarkah?
First Impression yang Buruk, Benarkah? (indahladya.com)

Sebagian besar orang menganggap bahwa split bill ini menghadirkan first impression yang buruk pada kencan pertama mereka. Beberapa wanita setuju bahwa laki-laki yang menyetujui split bill merupakan laki-laki yang gak loyal dengan pasangannya.

Di sisi lain, para laki-laki justru menjadikan split bill ini sebagai salah satu cara untuk menguji pasangan mereka, apakah pasangan mereka ini adalah wanita yang matrelialistis atau bukan.

Alhasil, tren semacam “tes pada kencan pertama” ini menghadirkan respon negatif dari kaum wanita. Sebagaimana sebagian wanita yang setuju bahwa tes seperti ini gak seharusnya dilakukan oleh laki-laki karena membuat stigma yang muncul di masyarakat bahwa wanita yang mau dibayarin adalah wanita yang matrelialistis a.k.a. mau enaknya aja.

Laki-Laki yang Menyetujui Split Bill Bukan Berarti Tak Mampu Membayar Penuh

Menyetujui Split Bill Bukan Berarti Tak Mampu Membayar
Laki-Laki yang Menyetujui Split Bill Bukan Berarti Tak Mampu Membayar Penuh (indahladya.com)

Mundur sedikit ke makna split bill ini sendiri. Split bill adalah keadaan di mana kamu dan pasanganmu berbagi tagihan ketika akan membayar sesuatu, contohnya ketika kamu tengah makan malam bersama pasanganmu.

Dari makna ini sendiri, sepertinya split bill sudah tidak menjadi hal yang aneh lagi untuk dilakukan. Terlebih lagi untuk para wanita yang nyatanya sudah sangat ingin memposisikan diri mereka setara dengan posisi pasangannya.

Dengan menyetujui split bill, tidak membuat laki-laki menjadi terlihat lebih rendah dibandingkan pasangannya. Karena, masih banyak laki-laki yang memegang prinsip bahwa yang bertanggung jawab untuk membayar tagihan dalam suatu kencan adalah laki-laki itu sendiri. Entah perihal didikan dari orang tuanya, atau memang karena alasan gengsi belaka.

Padahal, apabila laki-laki ini berhadapan dengan wanita yang menyetujui konsep split bill, maka sebenarnya wanita ini sama sekali tidak menganggap laki-laki terlihat tidak lebih mampu dibanding dirinya sendiri. Toh pada kenyataannya laki-laki yang mau menerapkan split bill ini tidak selalu tipikal laki-laki yang tidak mampu membayar tagihan tersebut secara penuh, bukan?

Dan bagi saya, dengan melakukan split bill maka hal ini akan menghadirkan kepuasan pribadi dalam diri saya apabila suatu kencan tidak hanya memberatkan salah satu pihak.

Split Bill Membuat Wanita Menjadi Lebih Berdaya

Split Bill Membuat Wanita Menjadi Lebih Berdaya
Split Bill Membuat Wanita Menjadi Lebih Berdaya (indahladya.com)

Split bill bukan berarti benar-benar membagi tagihan menjadi dua sama rata. Kamu bisa menerapkannya dengan cara menentukan siapa yang membayar tagihan saat makan dan siapa yang membayar tagihan saat nonton di bioskop, sesederhana itu.

Dan menurut pandangan saya sebagai wanita, saya merasa menjadi seseorang yang lebih berdaya dibandingkan ketika kencan dengan orang yang tidak mengizinkan saya untuk ikut membayar tagihan dalam kencan tersebut.

Saya merasa bahwa suatu kencan disetujui dan ditentukan atas keputusan bersama, maka selama proses pelaksanaannya pun perlu hubungan timbal balik di antara keduanya, tanpa perlu salah satu pihak merasa menjadi orang yang paling terbebani.

Sering Kali Disalahgunakan

Sering Kali Disalahgunakan
Sering Kali Disalahgunakan (indahladya.com)

Apabila dilihat dari segi manfaatnya, maka seharusnya sudah tidak ada perdebatan lagi mengenai siapa yang sebenarnya harus membayar tagihan dalam suatu kencan. Sayangnya, sebagian oknum laki-laki menyalahgunakan kesempatan ini untuk menjadikan pasangannya sebagai tempat bergantung.

Dalam kasus penyalahgunaan ini, jujur saya pun menjadi kehilangan respect pada laki-laki yang justru lebih terlihat seperti “mau enaknya saja”. Wanita yang mau menyetujui split bill adalah wanita yang dengan senang hati ikut berkontribusi dalam kencan yang mereka jalani.

Mereka tentunya tidak merasa keberatan apabila memang pasangannya tidak bisa membayar tagihan tersebut secara penuh. Namun, apabila pasangannya justru memanfaatkan kesempatan ini untuk terus berpura-pura “tidak mampu” atau bahkan melakukan berbagai tes tak berguna hanya demi menguji keloyalan mereka, hmm maka sepertinya kebaikan wanita ini sudah disalahgunakan ya? Hehe.

Saya pernah mendengar pengalaman beberapa wanita yang merasa jengkel karena di setiap kencan mereka, pasangannya selalu tiba-tiba hilang ketika akan membayar tagihan. I mean, hey seperti inikah caramu memperlakukan wanitamu?

Split bill bukanlah suatu kesalahan. Namun, tetap dibutuhkan etika dan cara yang benar selama proses pelaksanaannya sehingga tidak ada kesalahpahaman di kedua belah pihak. Dan berpura-pura menghilang dan meninggalkan pasanganmu ketika akan membayar tagihan adalah hal yang benar-benar payah, terlepas dari apapun maksud dan tujuanmu.

Pentingnya Komunikasi Dalam Suatu Hubungan

Pentingnya Komunikasi Dalam Suatu Hubungan
Pentingnya Komunikasi Dalam Suatu Hubungan (indahladya.com)

Seperti yang telah saya jelaskan sebelumnya. Meskipun split bill ini sudah menjadi hal yang lumrah, tetapi tetap dibutuhkan cara yang benar selama proses pelaksanaannya. Bagaimana mungkin ada laki-laki yang ketika sampai ke meja kasir justru berkata pada pelayan tersebut bahwa ia hanya ingin membayar makanan yang ia pesan saja, sedangkan sebelumnya sama sekali tidak ada komunikasi mengenai siapa yang akan membayar makanan siapa.

Wah, kalau saya berada di posisi wanita tersebut, saya pasti akan langsung kehilangan respect pada laki-laki tersebut. Hey, bukankah cara tersebut benar-benar tidak sopan? Di mana etikamu wahai laki-laki yang selalu ingin disebut sebagai gentleman?

Tidak masalah jika kamu memang hanya ingin membayar bagianmu saja, tetapi tolong komunikasikan hal tersebut terlebih dahulu dengan pasanganmu. Datang ke kasir dan meminta tagihan atas bagian makananmu saja justru akan ikut mempermalukan pasanganmu dan dirimu sendiri.

Terlepas dengan alasan apapun yang menjadikan dirimu untuk berlaku demikian, hal tersebut sama sekali tidak membuat apa yang kamu lakukan tadi menjadi bisa dibenarkan. Apalagi kalau sampai alasan utamamu adalah untuk menguji ke-matrelialistis-an pasanganmu. Oh, ayolah, kamu sangat payah, man!

Wanita yang baik pasti akan memahami kondisi keuanganmu bahkan ketika kalian memutuskan untuk melakukan kencan. Jangan menjadikan kebaikan wanitamu tersebut sebagai ajang untuk berlaku seenaknya. Apalagi kalau sampai menjadikan ia tempat bergantungmu di setiap kencan.

Ingat, split bill itu artinya membagi tagihan, atau bisa diartikan sebagai membayar secara bergantian, tergantung dari kondisi yang kalian alami di beberapa waktu. Namun, jika hal ini sudah menempatkanmu sebagai wanita di posisi paling depan pada setiap kencan yang kalian jalani, itu sih namanya bukan split bill, tapi diporotin!

Nah, setelah membaca penjelasan di atas, jadi jangan sampai keliru lagi ya sama makna split bill ini sendiri. Teruntuk wanita, jadilah seseorang yang memahami keadaan pasanganmu, jangan mau dijadikan seseorang yang tak berdaya hanya karena kamu tidak mau berbagi dalam membayar tagihan selama kalian kencan. Dan teruntuk kaum laki-laki, jangan menyalahgunakan kebaikan wanita yang menyetujui split bill ini ya!

Dan ingat, kamu tidak seharusnya mengikuti tren yang sedang berkembang saat ini, di mana pihak laki-laki menguji ke-matrelialistis-an pasangannya dengan cara menyuruh mereka membayar tagihan, because we’re never ever respect you if you do that things! Be gentleman to your woman, then she’ll respect you back, man!

 

IndahLadya


Baca Juga :

8 Rules Dalam Hubungan yang Tidak Boleh Kamu Abaikan
Komitmen Atau "Sekedar Jalanin Aja"?
White Lies Dalam Suatu Hubungan, Bolehkah?

18 comments:

  1. Informasi yang bagus jadi tambah pengetahuan, tapi sepertinya ini trend yang tidak aku suka karna menurutku cewek matre ya wajar si

    ReplyDelete
  2. Halo mbak Indah! Pembahasan yang menarik karena spesifik banget menjabarkan tentang split the bill😍 Pas-pasan banget baru beberapa hari yang lalu saya membahas soal materialistis dan realistis, dan sempat saya selipkan juga soal split the bill, jadi bisa relate ketika baca ini😁

    Aku setuju bahwa nggak pantas rasanya menjadikan first impression itu ajang untuk saling ngetes antara satu sama lain. Ngetes ceweknya matre dan sebaliknya ngetes cowok tersebut loyal atau nggak hanya saat kencan pertama nggak bisa langsung dijadikan patokan apakah seseorang tersebut betul-betul sesuai dengan label yang ada di kepala mereka. Meski begitu, di sisi lain hal ini nggak bisa pakem dikatakan buruk juga. Sebab saya sendiri pernah punya pengalaman dibayari teman saat kencan pertama, dan hal itu sebetulnya karena komunikasi yg masih belum lancar alias malu malu kucing😂 karena pasangannya yg inisiatif mau membayar, dan saya yg merasa takut menyinggung kalau menolak. Dalam beberapa kondisi mungkin sah-sah aja. Tapi saya paham kok poin yg mba maksud, asal jangan sampai keterusan dan berujung jadi menggantungkan sepenuhnya ke salah satu pihak. Atau bahasa kasarnya jangan morotin deh yaa😆 Soalnya saya dengan pasangan yg tadi pun sekarang malah selalu nerapin split the bill, nggak cuma perkara makan tapi beberapa hal yg menyangkut hubungan berdua. Kalau saya pribadi konsep seperti ini penting bukan hanya untuk membuat diri kita lebih independen dan lebih setara, tapi juga membantu untuk saling menghargai satu sama lainnya. Nggak terjebak dalam berbagai stereotip gender dan konstruksi sosial yang selama ini mengekang. Again, tulisan yang bagus mbaak😍

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, terima kasih untuk opininya mbak. Iya betul, mungkin saya lebih concern ke pembiasaannya mbak, karena sayang sekali makna split the bill yang baik ini justru kadang disalahgunakan untuk saling bergantung dengan pasangannya gitu mbak, hehe.

      Delete
  3. Split bill itu pilihan ya 😊 kembali lagi kepada bagaimana kedua pihak mengomunikasikannya dgn baik, apa yg menjadi kesepakatan bersama

    ReplyDelete
  4. Suka banget kak artikelnya, kalau aku ribadi sih meskipun si cowoknya yang bayar tapi kalau selama ngobrol aku kek nyasar gitu, alias gak nyambung yah tetap aja hubungan gak bisa dilanjutkan, hihii

    ReplyDelete
  5. Meski cowok yng biasanya nawarin diri buat bayar, tapi aku suka nggak enak. Jadinya suka ngajak paroan, misal aku bayar makan, dia bayar nonton, atau sebaliknya, atau yg lainnya.. hehehe

    ReplyDelete
  6. Poin terakhir setuju sekali - selama komunikasi dilakukan, split bill atau tidak seharusnya tidak menjadi masalah. bisa juga di kencan pertama laki2 membayar penuh, pihak perempuan melakukannya di kencan kedua - bergantian.

    ReplyDelete
  7. Hai ka ladya, setuju aku juga ka. melalui split bill juga bisa ngajarin soal komunikasi dengan pasangan supaya sama-sama enak menjalin hubungan.

    ReplyDelete
  8. Mengajarkan kesadaran juga ini yaa mb indah, bahwa terkadang tidak semua harus ditanggung oleh laki-laki. Bagus banget tulisannya dan ini jarang diangkat ke permukaan nih.

    ReplyDelete
  9. Wah ini bahasan sama teman2 ku. Ada satu teman cowok yang bilang lalau bayarin ceweknya saat kencan itu kaya pride nya cowok. Dia paling ga suka kalau ceweknya mulai tanya "tadi aku berapa?" Dia merasa direndahkan gitu. Ini permasalahan paling misteri buat aku, mau nanya soal split bill takut tersinggung, kalau ga nanya nanti disangka minta bayarin terus 🤣🤣

    ReplyDelete
  10. Dulu, aku pernah punya pasangan, dimana aku selalu memaksakan diri untuk selalu split the bills, even ngga split the bills, nanti kita ganti-gantian bayarnya. Komunikasi itu akhirnya yang membuat kita nyaman dan ngga perlu "gaenakan" atau malah keterlaluan sampai morotin.

    Ini pembahasan bagus sih, uji split the bills ini juga nggak bisa sama sekali jadi tolak ukur kepribadian seseorang.

    ReplyDelete
  11. halo, mbak. ih suka banget sama artikelnya. ulasannya seimbang.
    mungkin kalau di sini lebih seperti budaya kali ya, kalau kencan maka cowok yang bayarin.
    Tapi pernah tanya temen sih, dia sama pacarnya bisa tuh split bill, dan udah enggak merasa canggung dengan hal itu. Dan yes, setuju banget, kuncinya sih komunikasikan aja

    ReplyDelete
  12. Communication is the key! duh bener banget mbak!
    Kadang stereotype kaya gini nih yang malah buat kita jadi ngga enjoy untuk menikmati moment-momentnya.. lagi makan eh malah kepikiran nanti siapa yang bayar billnya.. malah melihat kondisi dari pada enjoying makanannya.
    Dan aku pikir ngga ada salahnya sih untuk split bills atau di traktir.. dan kalau neraktir pun harus ikhlas dan tidak ada paksaan dari salah satu pihak. Dan kalau pengen split bills ya, split bills aja.. jangan malah suasana yang membuat kita jadi kehilangan momen-momen kebersamaan hehe

    ReplyDelete
  13. Tapi aku pernah siy jadinya off pas diajak split bill di kencan pertama, terus ga mau ketemuan lagi hahahaa. Karena biasanya aku menganut gantian bayarinnya, kencan pertama cowok duluan next nya biasanya baru gantian hehehe

    ReplyDelete
  14. Split bill, bedede kata orang Surabaya, bayar dhewe-dhewe. Kalau saya, sih, banyak² istikharah saja.. Hahaha..

    ReplyDelete
  15. Iya harus diskusi dulu di awal ya perjanjiannya gimana..dulu kalo sama pacar gantian bayarnya kalau makan hehe...

    ReplyDelete
  16. Mba aku suka sama tulisan-tulisanmu mbak fresh... idenya yang jarang di angkat, kerenn^^

    ReplyDelete

Everything About Ladya . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates